Pemerintahan ● 11 Februari 2026 ● Dibuat oleh admin
Gresik, 11 Februari 2026 — Rangkaian kegiatan Implementasi Pengukuran Kepuasan Pengguna Layanan Digital Pemerintah batch kedua yang digelar di Kabupaten Gresik resmi berakhir pada Rabu (11/2) dengan sukses dan substantif. Kegiatan ini merupakan bagian dari agenda tiga hari, diawali dengan Pembinaan Pemerintah Digital pada hari pertama, dilanjutkan implementasi batch pertama, dan ditutup dengan implementasi batch kedua.
Sebanyak 181 instansi pusat dan pemerintah daerah dari berbagai wilayah Indonesia turut diundang dalam kegiatan ini dan dibagi ke dalam dua hari pelaksanaan. Tidak hanya pemerintah daerah di Jawa Timur, namun juga kementerian/lembaga dan pemerintah daerah dari berbagai provinsi ikut berpartisipasi secara luring maupun daring.
Sekretaris Daerah Kabupaten Gresik, Achmad Washil Miftahul Rachman, kembali menegaskan komitmen Pemkab Gresik dalam mendorong transformasi digital yang berorientasi pada kepuasan masyarakat.
“Transformasi digital harus menghadirkan layanan yang benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Karena itu, pengukuran kepuasan pengguna menjadi langkah penting untuk memastikan layanan digital berjalan efektif dan terus mengalami perbaikan,” ujarnya.
Analis Kebijakan Deputi Bidang Transformasi Digital Pemerintah Kementerian PANRB, Arman Kurniawan, menjelaskan bahwa pemilihan Kabupaten Gresik sebagai tuan rumah bukan tanpa alasan.
“Pemilihan Kabupaten Gresik menjadi tuan rumah salah satunya karena melihat kesiapan daerah, baik dari sisi SDM maupun dukungan lainnya. Di sisi lain, Gresik juga sudah lebih dahulu melaksanakan survei dan implementasi pengukuran. Jadi, tidak salah kami menjadikan Gresik sebagai tuan rumah,” ungkapnya.
Ia juga menambahkan bahwa kegiatan ini bertujuan memastikan seluruh layanan digital pemerintah daerah dapat diukur tingkat kepuasannya melalui survei yang terstruktur.
“Target kami, seluruh layanan digital yang dimiliki pemerintah daerah bisa diukur kepuasannya. Kami juga memberikan pengantar terkait arah kebijakan pemerintah digital,” jelas Arman.
Arman juga menyampaikan apresiasinya atas penyelenggaraan kegiatan di Gresik.
“Setelah datang ke Gresik, ternyata luar biasa. Kami difasilitasi sangat baik, bahkan di luar ekspektasi kami. Gresik menjadi salah satu daerah yang maju, tidak salah indeks SPBE-nya tinggi karena timnya kuat dan implementasinya nyata,” tuturnya.
Apresiasi serupa disampaikan Plt. Kepala Dinas Kominfo Kabupaten Jayawijaya, Imanuel Herman Metlama. Ia mengaku mendapatkan banyak pembelajaran dari kunjungan dan rangkaian kegiatan di Gresik.
“Kami sangat mengapresiasi kesempatan ini. Kami bisa melihat langsung bagaimana Diskominfo dan Pemkab Gresik berproses, mulai dari pelayanan digital, IOP, hingga command center. Infrastruktur pelayanan publiknya sudah disiapkan dengan sangat baik,” ujarnya
Ia juga menilai integrasi layanan digital di Gresik menjadi contoh praktik baik, terlebih sebagai kabupaten dengan karakter industri dan bisnis yang dinamis.
“Menjadi kesempatan bagi kami yang jauh dari Wamena untuk mendapatkan masukan dan pembelajaran. Kami berharap ke depan bisa mendapatkan pendampingan agar dapat bersama-sama berprogres mengimplementasikan di wilayah kami,” tambahnya.
Selama tiga hari pelaksanaan, Kabupaten Gresik tidak hanya menjadi lokasi kegiatan, tetapi juga menunjukkan praktik baik pengembangan Integrated Smart System melalui Gresik Intelligent Operation Platform (Gresik IOP) sebagai fondasi pengambilan kebijakan berbasis data.
Dengan berakhirnya implementasi batch kedua ini, Diskominfo Kabupaten Gresik dinilai sukses menjadi tuan rumah rangkaian Pembinaan dan Implementasi Pengukuran Kepuasan Pengguna Layanan Digital Pemerintah, sekaligus memperkuat posisi Gresik sebagai daerah yang progresif dalam percepatan transformasi digital pemerintahan. (azz)