Pemerintahan ● 2 Maret 2026 ● Dibuat oleh admin
Gresik, 2 Maret 2026 — Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Gresik merilis perkembangan Indeks Harga Konsumen (IHK), tingkat penghunian kamar hotel, serta pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Gresik.
Pada Februari 2026, Kabupaten Gresik mengalami inflasi bulanan (month to month/m-to-m) sebesar 0,76 persen, berbalik arah dibandingkan Januari 2026 yang mengalami deflasi. Secara regional dan nasional, tren serupa juga terjadi. Provinsi Jawa Timur mencatat inflasi sebesar 0,95 persen, sedangkan nasional sebesar 0,68 persen.
Kepala BPS Kabupaten Gresik, Indriya Purwaningsih, menjelaskan bahwa kelompok makanan, minuman, dan tembakau menjadi penyumbang utama inflasi Februari 2026 dengan angka 1,95 persen, setelah pada bulan sebelumnya mengalami deflasi.
“Komoditas utama pendorong inflasi bulan ini antara lain cabai rawit, daging ayam ras, bawang merah, serta emas perhiasan,” ujarnya.
Ia menambahkan, secara historis dalam tiga tahun terakhir, inflasi hampir selalu terjadi pada momen Ramadan. Namun, tingkat inflasi Februari 2026 yang bertepatan dengan Ramadan tercatat lebih rendah dibandingkan Ramadan 2025 maupun Ramadan 2024.
“Secara umum, kelompok makanan, minuman, dan tembakau selalu menjadi penyumbang utama inflasi pada periode Ramadan. Meski demikian, inflasi tahun ini relatif lebih terkendali dibandingkan dua tahun sebelumnya,” ungkapnya.
Menjelang dan pada awal Ramadan 2026, harga sejumlah komoditas pangan cenderung meningkat. Kenaikan paling signifikan terjadi pada cabai rawit yang melampaui batas atas Harga Acuan Pembelian (HAP).
Sementara itu, harga daging ayam ras dan telur ayam ras juga mendekati HAP. Selain kelompok pangan, emas perhiasan menjadi penyumbang inflasi terbesar kedua pada Februari 2026.
Secara tahunan (year on year/y-on-y), inflasi Februari 2026 terhadap Februari 2025 tercatat sebesar 3,96 persen, dengan andil utama berasal dari emas perhiasan, beras, dan tarif listrik. Angka ini menjadi yang terendah di antara sebagian besar kabupaten/kota di Jawa Timur yang juga mengalami inflasi tahunan.
“Inflasi tahunan Gresik sebesar 3,96 persen masih relatif terkendali dan menjadi yang terendah di Jawa Timur,” tegasnya.
Dari sektor perhotelan, Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel berbintang di Kabupaten Gresik mencapai 66,91 persen atau sekitar 66–67 kamar terjual dari setiap 100 kamar per malam, turun 0,16 poin dibandingkan bulan sebelumnya dan turun 2,29 poin dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Sementara itu, rata-rata lama menginap tamu nusantara tercatat 1,83 malam dan tamu mancanegara 2,49 malam, keduanya mengalami peningkatan dibandingkan bulan sebelumnya.
Dari sisi pertumbuhan ekonomi, perekonomian Kabupaten Gresik tumbuh 4,91 persen dengan PDRB atas dasar harga berlaku sebesar Rp202,00 triliun dan atas dasar harga konstan Rp125,13 triliun.
Dari sisi produksi, pertumbuhan tertinggi terjadi pada lapangan usaha Jasa Perusahaan sebesar 9,01 persen, sedangkan dari sisi pengeluaran tertinggi berasal dari komponen Pengeluaran Konsumsi Lembaga Nonprofit yang Melayani Rumah Tangga (LNPRT) sebesar 7,19 persen.