Pemerintahan ● 13 Juni 2025 ● Dibuat oleh admin
Gresik, 13 Juni 2025 — Pemerintah Kabupaten Gresik terus memperkuat komitmennya dalam menciptakan pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkeadilan melalui dialog terbuka dan kebijakan progresif. Komitmen ini tampak dalam Dialog Publik bertema "Memaksimalkan Investasi untuk Mendongkrak PAD dan Mengurangi Angka Pengangguran", yang diselenggarakan Komunitas Wartawan Gresik (KWG) di Gedung Nasional Indonesia, sebagai bagian dari rangkaian peringatan Hari Pers Nasional 2025.
Acara ini menghadirkan sejumlah tokoh penting daerah, antara lain Plt Bupati Gresik dr. Asluchul Alif, Ketua DPRD Gresik Sahrul Munir, serta Ketua Umum HIPMI Gresik Fahmi. Forum tersebut menjadi wadah strategis untuk menyatukan pandangan dan merumuskan solusi atas tantangan ketenagakerjaan serta optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) di tengah laju investasi yang terus tumbuh.
Seiring meningkatnya investasi di Gresik, Pemerintah Kabupaten berupaya memastikan dampaknya terhadap PAD dan penyerapan tenaga kerja dapat dirasakan secara optimal dan merata. Plt Bupati Gresik dr. Asluchul Alif menegaskan bahwa program pembangunan harus berorientasi langsung pada kesejahteraan masyarakat.
“Berapapun PAD kami, harus langsung menyentuh masyarakat. Bukan sekadar besar angkanya, tapi seberapa besar manfaatnya,” tegasnya.
Ketua DPRD Gresik Sahrul Munir menambahkan pentingnya kebijakan berbasis dialog dan partisipasi publik. Ia menyoroti Perda No. 7 Tahun 2022 sebagai langkah konkret Pemkab Gresik dalam melindungi tenaga kerja lokal.
“Perda ini mewajibkan perusahaan menyerap 60% tenaga kerja lokal. Gresik menjadi pelopor kabupaten yang melindungi warganya melalui regulasi yang berpihak,” jelasnya.
Dalam sesi diskusi, berbagai ide strategis mencuat, termasuk pemanfaatan potensi PGN Saka sebagai sumber baru PAD. Para narasumber sepakat bahwa penguatan PAD tidak cukup hanya mengandalkan pajak dan retribusi, tetapi juga perlu inovasi pemanfaatan aset daerah yang belum tergarap, melalui studi potensi, pemetaan permasalahan, dan analisis risiko yang terukur.
HIPMI Gresik turut memperkenalkan inisiatif penguatan SDM lokal melalui pelatihan vokasi, sertifikasi, dan pembangunan inkubasi bisnis yang dibiayai dari dana CSR internal.
“Kami berkomitmen mendampingi generasi muda agar menjadi pelaku usaha mandiri, bukan hanya pencari kerja,” ujar Fahmi, Ketua Umum HIPMI Gresik.
Sementara itu, program REDINAKER dari Dinas Tenaga Kerja Gresik diperkenalkan sebagai bentuk nyata perhatian terhadap warga miskin, dengan menjadikan data kemiskinan sebagai dasar prioritas dalam proses perekrutan tenaga kerja.
Plt Bupati Gresik di akhir sesi menyampaikan ajakan kuat agar penciptaan lapangan kerja juga diarahkan melalui wirausaha baru:
“Mari wujudkan entrepreneur-entrepreneur baru untuk menurunkan angka pengangguran. Maksimalkan Perda No. 71 Tahun 2024 dan tingkatkan pelatihan-pelatihan agar SDM kita tumbuh menjadi wirausahawan tangguh. Ini salah satu solusi paling relevan untuk mengurangi pengangguran secara berkelanjutan,” ujarnya.
Diharapkan, melalui dialog publik ini, seluruh gagasan yang telah didiskusikan dapat menjadi pijakan nyata agar tema besar yang diusung—memaksimalkan investasi untuk mendongkrak PAD dan mengurangi angka pengangguran—dapat terealisasikan secara bertahap dan berkelanjutan di Kabupaten Gresik.