Pemerintahan ● 14 Mei 2025 ● Dibuat oleh admin
Gresik, 14 Mei 2025 — PT Freeport Indonesia (PTFI) kembali menggelar Rembuk Akur ke-10 yang bertempat di Gedung Nasional Indonesia (GNI) Gresik. Acara ini menjadi wadah sosialisasi kesiapan operasional Smelter PTFI secara aman dan berkelanjutan, sekaligus memaparkan perkembangan program investasi sosial yang tengah dijalankan perusahaan.
Plt. Bupati Gresik mengapresiasi komitmen PTFI dalam mendukung pembangunan daerah melalui investasi sosial. “PT Freeport Indonesia memberikan kontribusi yang sangat besar bagi Gresik. Kehadiran PTFI juga menjadi titik awal untuk menarik lebih banyak investor ke daerah ini,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa keberadaan PTFI turut mendorong hadirnya berbagai perusahaan lain di Gresik, menjadikan daerah ini sebagai salah satu kawasan dengan nilai investasi terbesar di Jawa Timur. “Saya berharap kehadiran perusahaan-perusahaan ini dapat membantu menurunkan angka pengangguran. Saya juga menekankan agar PTFI dan perusahaan lainnya menyerap minimal 60% tenaga kerja dari warga Gresik,” tegasnya.
Namun demikian, ia mengingatkan agar proses rekrutmen dilakukan secara selektif, mengingat maraknya praktik perubahan domisili KTP demi mempermudah akses kerja. “Pastikan pelamar benar-benar warga Gresik. Jangan hanya melihat domisili, tetapi juga periksa Nomor Induk Kependudukan (NIK) yang harus berkode 3525 sebagai penanda warga asli Gresik,” jelas dr. Alif.
Dalam sesi acara, PTFI juga memaparkan sejumlah program investasi sosial, di antaranya pengembangan UMKM, pelestarian lingkungan seperti sungai, laut, dan udara, serta pelestarian cagar budaya di wilayah Gresik.
Selain itu, acara ini juga menandai serah terima program unggulan yang baru saja diluncurkan, yaitu pemberian akses air bersih dan sanitasi kepada PDAM Giri Tirta. Program ini merupakan hasil kolaborasi antara PTFI dan Yayasan Cempaka, sebagai bagian dari implementasi salah satu program Nawakarsa.
“Kami berharap program ini memberikan manfaat nyata dan menjawab kebutuhan dasar masyarakat akan akses air bersih dan sanitasi yang layak,” ujar Arifin Buman, Vice President Business Process Smelting and Refining PTFI.
Siti Kholifah, salah satu warga penerima bantuan, menyampaikan rasa syukurnya atas program tersebut. “Sebelum program ini, mendapatkan air bersih sangat sulit dan mahal. Sekarang kebutuhan air menjadi lebih terjangkau. Semoga program ini terus berlanjut,” ungkapnya. (ani)