Pemerintahan ● 5 Januari 2026 ● Dibuat oleh admin
Gresik, 5 Januari 2026 - Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Gresik mencatat inflasi bulanan (month to month/mtm) pada Desember 2025 sebesar 0,85 persen. Angka ini lebih tinggi dibandingkan bulan sebelumnya maupun periode yang sama pada tahun 2024. Sementara itu, inflasi tahunan (year on year/yoy) sekaligus inflasi tahun kalender (year to date/ytd) tercatat sebesar 2,44 persen.
Kepala BPS Kabupaten Gresik, Ir. Indriya Purwaningsih, menjelaskan bahwa capaian inflasi tersebut berada di atas angka inflasi Jawa Timur maupun nasional. Berdasarkan kelompok pengeluaran, makanan, minuman, dan tembakau menjadi penyumbang inflasi tertinggi secara bulanan dengan andil sebesar 1,97 persen.
“Beberapa komoditas utama pendorong inflasi bulanan di antaranya cabai rawit, ikan mujair, daging ayam ras, ikan bandeng, melon, semangka, dan telur ayam ras,” terang Indriya.
Sebaliknya, sejumlah komoditas tercatat menjadi penahan inflasi (month to month), antara lain udang basah, cabai merah, salak, kacang panjang, telur asin, santan jadi, dan obat gosok.
Sepanjang tahun 2025, kelompok makanan, minuman, dan tembakau juga menjadi penyumbang utama inflasi bulanan dibandingkan kelompok lainnya, seperti perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga, kesehatan, transportasi, informasi, komunikasi, dan jasa keuangan; pendidikan, serta perawatan pribadi dan jasa lainnya.
Indriya memaparkan historis inflasi bulanan (m-to-m) Kabupaten Gresik sepanjang 2025. Pada Januari dan Februari terjadi deflasi masing-masing -0,37 persen dan -0,80 persen. Inflasi kembali terjadi pada Maret sebesar 1,77 persen, April 0,39 persen, Mei -0,51 persen, Juni 0,48 persen, Juli 0,30 persen, Agustus -0,12 persen, September 0,07 persen, Oktober 0,20 persen, November 0,19 persen, dan Desember 0,85 persen.
“Pola deflasi dan inflasi sepanjang 2025 dipengaruhi oleh tren dan momentum yang berulang setiap tahun. Januari–Februari mengalami deflasi karena adanya diskon pajak. Inflasi Maret dipicu oleh bulan puasa dan Hari Raya. April dipengaruhi tarif listrik pascabayar," ungkapnya
Lebih lanjut, ia juga melanjutkan paparan historis inflasi bulan Mei sampai Agustus.
"Deflasi Mei terjadi akibat penurunan harga cabai rawit. Juni dan Juli berkaitan dengan fase pendidikan atau musim ajaran baru, termasuk kenaikan biaya bimbingan belajar yang terjadi setiap tahun. Agustus kembali mengalami deflasi yang juga dipengaruhi oleh harga cabai rawit,” jelasnya.
Secara tahunan (y-on-y), inflasi Desember 2025 tercatat lebih tinggi dibandingkan bulan sebelumnya dan Desember 2024. Inflasi tahun kalender (y-to-d) sebesar 2,44 persen dinilai masih sejalan dengan target inflasi tahun 2025, yakni 2,5 persen ±1 persen.
Komoditas dengan andil inflasi tahunan terbesar pada Desember 2025 antara lain emas perhiasan dengan andil 0,24 persen, diikuti beras (0,19 persen) dan cabai rawit (0,18 persen). Sementara itu, bawang putih dan ikan mujair tercatat sebagai komoditas penahan andil inflasi tahun kalender 2025.
“Selama Januari hingga Desember 2025, komoditas dari kelompok makanan, minuman, dan tembakau paling sering menjadi penyumbang utama inflasi bulanan. Sementara itu, emas perhiasan tercatat sebagai komoditas penyumbang inflasi bulanan sebanyak 10 kali sepanjang 2025,” tambah Indriya.
Dari sisi regional, seluruh kabupaten/kota Indeks Harga Konsumen (IHK) di Jawa Timur tercatat mengalami inflasi secara bulanan (m-to-m). Sementara itu, Inflasi tahunan (y-on-y) terendah tercatat di Kabupaten Gresik sebesar 2,44 persen.
Selain inflasi, BPS juga mencatat perkembangan sektor perhotelan. Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel Kabupaten Gresik pada November 2025 mengalami kenaikan. TPK hotel berbintang tercatat sebesar 66,19 persen, meningkat 1,34 poin dibandingkan Oktober 2025. Sementara itu, TPK hotel nonbintang mencapai 37,01 persen, naik 0,95 poin dibandingkan bulan sebelumnya. (rad)